Pages

DOKTER SEBAGAI PENOLONG BANGSA

Saturday, December 7, 2013 | at 1:02 AM

    Keterbatasan masyarakat mengenal tentang pentingnya kesehatan semakin menggigit jari. Sebuah tontonan masyarakat kalangan kecil tentang: penyakit, melarat meninggal, sudah menjadi makanan umum bagi mereka. Angka kematian dan penyakit yang semakin hari semakin bertambah hamper 65%. Minimnya dana kesehatan yang diluncurkan pemerintah juga menjadi salah satu sebab bankrutnya system kesehatan di Indonesia. Dapat di katakan paling buruk dari Negara Negara dunia yang berkembang. Indonesia merupakan salah satu Negara yang menyandang gelar paling tinggi angka kematian karena lambatnya pananganan. Masyarakat harus merintih kesakitan. Sederhananya mereka semua harus tidur di atas ranjang kecil pinggir bangsal rumah sakit atau sela sela kamar mayat. Hal ini dilakukan karena rumah sakit juga bimbang dengan banyaknya pasien yang membeludak dengan kapasitas rumah sakit. Kini berbagai kebijakan pemerintah dari yang mengeluarkan kartu kemiskinan, jamkesmas atau yang lainnya terkadang masih belum bisa di gunakan secara penuh. Bahkan tak jarang juga rumah sakit yang menolak dengan langsung tanpa perduli pasien sakit parah atau tidak. Masyarakat kelas atas mungkin bisa menari nari atau menonton TV di rumah sakit tanpa bingung harus mengurus ini itu untuk meringankan pembiayaan di rumah sakit. Tapi untuk masyarakat kecil? Terlepas dari pro dan kontra tentang berbagai bentuk jaminan kesehatan. Pertama, apakah jaminan kesehatan itu sudah dapat berjalan dengan baik?. Kedua, apakah penanganan (dokter) sudah dapat di katakana Kompeten ?

    Umpama jantung manusia. Inilah suatu tananan system kesehatan yyang di bagai enjadi 4 ruang kebesaran. Pertama, dokter sebagai penolong bangsa dari mana terlahir?. Kedua, dokter sebagai penolong bangsa yang mahir?. Ketiga, dokter sebagai penolong bangsa bagaimana mengaplikasikan?. Dan yang keempat, dokter sebagai penolong bangsa yang dipercaya maskarakat?. Kalau saja seorang guru sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” lalu untuk dokter, panggilan apa yang pantas untuk mereka yang sudah banyak menolong jiwa jiwa yang sekarat?. Ini terasa kurang adil bila setiap bulan banyaknya hari hari yang di peringati dengan meriah. Lalu sebagai bentuk penghargaan dokter Indonesia. Bentuk apa yang dapat di berikan warga, masyarakat Indonesia untuk dokter dokter yang sudah banyak menolong jiwa. Banyaknya dokter dan rumah sakit awalnya memang untuk meyejahterakan masyarakat. Tapi di balik kebijakan rumah sakit dengan adanya biaya pemeriksaan yang mahal satu persatu orang menyalahkan dokter dengan tujuan memakan gaji buta. Konkritnya dokter hanya menjalankan sebuah kebijakan yang terikat dengan instansi kesehatan. Dalam bentuk yang bagaimanapun dokter tidak bisa melawan, karena memang ikatan kontak kepada instansi kesehatan sudah harus di jalankan. Dalam berbagai bentuk perihal ikatan kontrak ini yang harus di hapuskan untuk mendapatkan dokter yang lebih kompeten.

    Semasa saya Masih SMP, saya masuk ke sebuah rumah sakit karena di diagnosis penyakit tipus yang akut. Tapi setelah beberapa hari saya berada di rumah sakit tersebut, tidak ada perubahan yang dapat saya tunjukkan. Bahkan basa di bilang keadaan saya semakin parah. Salah seorang dokter rumah sakit menganjurkan saya untuk di bawa pulang dengan keadaan saya yang masih sakit. Beberapa hari kemudian orang tua saya membawa saya ke rumah sakit yang berbeda. Terkejutnya, dokter yang ini mendiagnosis saya mengidap DBD yang mengharuskan saya melakukan transfusi eritrosit sebanyak 10 kantong. Awalnya orang tua saya ingin menuntut tentang kesalahan pemeriksaan itu. Tapi niat itu mereka urungkan. Kedua kalinya saya harus berurusan dengan dokter ketika saya melihat paman saya terbujur lemah di rumah sakit. Kebocoran jantung dan gagal ginjal yang di alami paman saya membuat saya ingin muntah setiap kali dalam lubang tubunya mengeluarkan darah. Saat tubuh paman saya sudah berlumuran darah, dokter yang memeriksa malah menjauhi dengan alasan virusnya bisa menyebar. Dokter itu menutup hidung dan serasa jijik di dekat paman saya. Saya menanyakan tentang pembersihan pasien ini, seolah dokter itu pura pura tidak tahu dan menyuruh keluarganya untuk membersihkan sendiri. Saya semakin geram bukan main. Hal yang sedemikin itu mau menyalahkan siapa? Dokter sebagai orang hebat atau penyakit penyakit yang diderita?

    Merujuk pada 4 ruang kebesaran. Yang Pertama, dokter sebagai penolong bangsa dari mana Terlahir?. Ini kesekian kalinya yang membuat senjata hancurnya system kesehatan. Dokter jebolan luar negeri akan lebih mendapatkan penghormatan dengan gelar namanya di bandingkan dengan produk produk local.  Walaupun di Indonesia masih belum di dukung oleh peralatan peralatan yang begitu canggih. Namun yakin. Bahwa dokter Indonesia bisa bersaing di kalangan dunia. Slogan itu yang harusnya di miliki seluruh dokter Indonesia. Agar tidak hanya menjadikan embel embel gelar di belakang namanya saja. Penggunaan kata terlahir ini awalnya hanya dianggap sebagai masalah kecil. Realitas sekarang, banyak pejabat pejabat Negara yang memilih untuk berobat keluar negeri di bandingkan dengan dokter dokter Indonesia. Alasannya sederhana tentang keterbatasan jumlah alat yang sulit di cari. Sebab itu hendaknya menjadi penghinaan hingga dokter dokter Indonesia berfikir bagaimana yang bisa di lakukan agar alat alat yang tidak ada di Indonesia dapat terwujud di Indonesia. Kedua, dokter sebagai penolong bangsa yang Mahir?. Hal ini yang tidak mudah didapatkan oleh dokter dokter Indonesia. Mahir bukan dalam ketika dokter dokter mampu menyembuhkan pasien. Tetapi mahir ketika dokter mampu bersikap saat pasien sedang terlilit oleh masalah ekomoni untuk berobat. Tidak banyak dokter yang mau berkorban untuk pasienya, tapi tidak menutup kemungkinan dokter yang kompeten akan bertindak positif demi keselamatan pasien. Ketiga, dokter sebagai penolong bangsa bagaimana Mengaplikasikan?. Menghindari perbedaan yang berkepanjangan seorang dokter harusnya tidak hanya memeriksa pasien yang sakit. Yang di harapkan adalah dengan dokter melakukan suatu perubahan kecil yang berdampak besar bagi kesehatan. Cara dokter dalam mengaplikasikan ini yang belum terjadi. Fakta yang ada dokter hanya berbicara bagaimana pasien sembuh dan gaji tetap berjalan. Cara dokter untuk mengaplikasikan ini yang belum terlihat. Sehingga kesehatan bisa di anggap sebagai mainan.pengaplikasian yang begitu sulit ini akhirnya dokter seolah tak perduli dan sekedar mengobati saja. Dan yang keempat, dokter sebagai penolong bangsa yang Dipercaya Maskarakat?. Ini salah satu hal yang masih banyak terjadi. Hilangnya kepercayaan masyarakat membuat nama dokter tercoreng dan akibatnya masyarakat lebih memilih untuk berobat ke paranormal atau dukun misalnya. Percaya dalam arti masyarakat yang menggunakan hati nurani untuk berobat sehingga tidak ada perasaan kecewa. Percaya yang di sebutkan adalah percaya yang ketika dokter dan pasien saling berinteraksi dengan jujur dan saling tolong menolong.

    Banyaknya kasus tentang praktek percobaan yang dilakukan oleh dokter memang sedang santar di beritakan. Tidak jauh ke ibu kota. Di daerah yang saya huni, banyak sekali dokter dokter yang membantu untuk menghilangkan janin yang sedang berada dalam kandungan karena hamil di luar nikah. Banyaknya rumah sakit yang berdiri dengan membebaskan biaya masyarakat ketika berobat apalagi. Tetapi yang menjadi suatu pertanyaan besar. Darimana rumah sakit mengaji dokter bila pengobatan gratis dilakukan? Itu yang menjadi pemikiran rakyat kelas menengah. Hasil yang diperolehpun sangat tidak maksimal. Ada yang sampai gagal operasi, ada yang sampai meninggal. Banyak versi tentang efek percobaan praktek ini. Dari sekian banyaknya kasus yang beredar. Tentu masih ada banyak dokter Indonesia yang memang menjalankan hak dan kewajibannya sebagai profesi menolong banyak orang itu. Tapi perbandingan dari wajah dokter Indonesia bisa di katakana hanya seujung kuku. Untuk mewujudkan suatu instansi kesehatan, pemerintahpun harus mendukung dengan berbagai jamianan, bentuk, dana dan pemerhati dan segala bidang. Ciptaan dokter yang di harapkan oleh masyarakat adalah bukan hanya sebagai dokter yang hanya memberi resep dari sekolah hampir 6 tahun itu. Dari sekian banyaknya kasus yang menjerat dokter yang dititik beratkan pada kesalahan diagnosis, penanganan dan administrasi. Pemerintah atau instansi kesehatan yang lain juga harus memberikan penyuluhan, sosialisasi atau pendekatan tentang peran dokkter sebagai mutiara bangsa Indonesia yang memajukan dengan meminimalisis penyakit penyakit yang di derita anak anak bangsa.

    Dokter sebagai penolong bangsa adalah bagaimana Dokter bangga terlahir di Indonesia. Mahir dalam bidang yang di gelutinya yang di Aplikasikan untuk menuju perubahan Bangsa Indonesia. Yang nanti masyarakat akan mempercayai sepenuh bahwa Dokter adalah Penolong bangsa. Lalu bagaimana keadaan itu tercapai? Kesekian kalinya, Dokter ada karena masyarakat ada, dan masyarakat ada karena Dokter ada.

0 comments:

Post a Comment

Lomba Blog FPKR